twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me

Jumat, 23 November 2012

Evolusi CBIS

Nama : Rika Andriyanie 
NPM : 49210323 
Kelas : 3 DA 03 
UNIVERSITAS GUNADARMA 

Kali ini saya akan membahas tentang evolusi dari CBIS,SIA, Sistem operasi perkantoran, sistem penunjang keputusan sistem pakar.  

PENDAHULUAN 

Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC). Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari : Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS. Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem. Tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer. Seiiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh spesialis informasi. Ketika manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan para spesialis informasi, kedua pihak bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi alternative, memilih solusi terbaik, merakit perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai, membuat basis data, dan menjaga kemutakhiran sistem. 

PEMBAHASAN 

 Evolusi Sim berdasarkan CBIS (computer based information system) Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Berikut beberapa istilah yang digunakan dalam CBIS : 
 • Berbasis Komputer Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti : komputer memiliki peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, sebuah Sistem Informasi tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi dapat berjalan dengan baik tanpa komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. 
• Sistem Informasi Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. 
• Sistem Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. 
• Informasi Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. 
• Data Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Jadi, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi. Era Globalisasi dan Tingginya Tingkat Kompetisi Beberapa strategi yang dapat dilakukan setiap perusahaan untuk dapat memenangkan kompetisi yang dilakukan di era yang penuh gejolak ini. 
1. Penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk barang maupun jasa. 
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. 
3. Marketplace yang tepat. 
4. Terbentuknya sistem informasi yang akurat untuk membantu setiap pengambilan keputusan. 
Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer Sub sistem dari CBIS : 
1. Sistem Informasi Akuntansi 
2. Sistem Informasi Manajemen 
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office) 
5. Sistem Pakar Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. 
Karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi : 
• penghematan waktu (time saving) 
• penghematan biaya (cost saving) 
• peningkatan efektivitas (effectiveness) 
• pengembangan teknologi (technology development) 
• pengembangan personel akuntansi (accounting staff development). 

 Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar sub-sistemnya, sistem informasi manajemen akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian: 
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems).
 2. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) 
3. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), 
4. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems) 
5. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). 
6. Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent) 
7. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). 
8. Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). 

Dalam perjalannya Sistem Informasi Manajemen tidak serta merta langsung menjadi sebuah sistem yang seperti kita rasakan saat ini melainkan ada tahapan-tahapan perkembangan dari sistem yang terfokus untuk menghimpun,menyimpan dan memproses data saja sampai terciptanya sistem yang mengelola data tersebut menjadi sebuah informasi dan dari informasi tersebut terciptalah sistem pendukung keputusan berikut perinciannya : 
1. Fokus awal pada data Focus utama sistem ini adalah pada data transaksi.sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun , menyimpan dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transasksi. 
2. Fokus baru pada informasi Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut. 
3. Fokus revisi pada pendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat 
4. Fokus pada Komunikasi Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik. 
5. Fokus potensial pada konsultasi Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung kecerdasan. 

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan. Perusahaan tidak dapat memilih memakai SIA atau tidak, tapi system ini merupakan keharusan dari perusahaan. SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing. Tugas utama sistem informasi ini adalah: 
• Pengumpulan data: Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan. 
• Manipulasi data: Tugas yang berupa pengubahan data menjadi informasi. 
• Penyimpanan data: Data yang telah dicatat kemudian disimpan dalam media penyimpanan sekunder, dan diintegrasikan secara logis dalam bentuk database. 
• Menyediakan dokumen: SIA menghasilkan informasi untuk individu atau organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi 
• Melaksanakan tugas yang diperlukan. 
• Berpegang pada prosedur yang relatif standar. 
• Menangani data yang rinci. 
• Berfokus pada historis. 
• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal. 

Peran SIA Dalam CBIS 
• SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar. 
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah. Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Suatu SIM bisa juga merupakan suatu sistem informasi antar organisasi (IOS) jika SIM terkoneksi dengan SIM pada perusahaan lain misalnya dengan Suplier. Sistem Pendukung Keputusan Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang. 
Keputusan terbagi menjadi: 
• Keputusan terprogram 
• Keputusan tak terprogram 
• Kegiatan Intelejen 
• Kegiatan Merancang 
• Kegiatan Memilih 
• Kegiatan Review Automasi Kantor Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu: 
• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan. 
• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi. 
• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan. 
• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat. 
Tujuan OA: 
• Menghindari Biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja, 
• Pemecahan Masalah kelompok 
• Pelengkap, OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi. 
Contoh: Email, Voice Email, Faxmilie, dll. Sistem Pakar Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. 

Karakteristik Sistem Pakar: 
• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman. 
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru. 
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur). 
• Memecahkan masalah dengan penalaran. 
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah. 

KESIMPULAN 
Sistem informasi yang berbasiskan komputer (CBIS) dapat digunakan sebagai sistem pendukung saat penerapan / pengaplikasian pendekatan sistem. Sebuah sub-sistem CBIS, seperti sistem pendukung keputusan, sistem ahli, atau aplikasi otomatisasi perkantoran, dapat memberikan dukungan untuk pemisahan keputusan. Evolusi dari Computer Based Information System : Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari : Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS.

Referensi: 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/07-evolusi-dari-computer-based-information-system/
http://adit-pamungkas.blogspot.com/2010/10/tugas-sistem-informasi-akutansi-evolusi.html http://nitaanggra.blogspot.com/2010/10/evolusi-sim-berdasarkan-cbis.html 
http://samruddin.blogspot.com/2010/10/evolusi-cbis.html Selengkapnya...

Kamis, 01 November 2012

Bagaimana Cara CBIS Memperbaiki Kualitas Produk dan Jasa Agar Perusahaan Dapat Mencapai Keunggulan Yang Kompetitif

Nama : Rika Andriyanie
Kelas : 3 DA 03
NPM : 49210323
UNIVERSITAS GUNADARMA

 PENDAHULUAN
 Kali ini saya akan membahas mengenai : "Bagaimana Cara CBIS Memperbaiki Kualitas Produk dan Jasa Agar Perusahaan Dapat Mencapai Keunggulan Yang Kompetitif".
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.

 PEMBAHASAN
 Keunggulan kompetitif di dalam perusahaan dapat dicapai melalui banyak cara. Seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, mutu yang lebih baik dari pesaing dan memenuhi kebutuhan suatu segmen pasar tertentu. Untuk lebih unggul dari pesaing tidak sepenuhnya hanya menggunakan sumber daya fisik tapinjuga sumber daya konsepsual seperti data dan informasi. Usaha awal perusahaan menggunakan informasi sebagai suatu cara mencapai keunggulan kompetitif dimulai dengan membuat hubungan komputer dengan para pelanggan. Electronic Data Interchange (EDI) bagi perusahaan-perusahaan untuk berkumpul membentuk system antar organisasi (interorganizational systems), atau IOS. EDI dapat menangani transmisi elektronik kepada dan dari pelanggan, pemasok, pemerintah dan masyarakat keuangan. Arus informasi dengan elemen lingkungan yang lain sukar dilakukan secara elektronik, dan mungkin menggunakan hubungan non-komputer. Pandangan yang mutakhir mengenai keunggulan kompetitif menyadari pentingnya arus informasi antara semua elemen lingkungan. 

Cara CBIS memperbaiki kualitas produk dan jasa agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif yaitu dengan adanya informasi, sumber daya informasi mencakup: perangkat keras { fasilitas } perangkat lunak { database } spesialis informasi { informasi } dan pemakai. Sumber daya yang ditempatkan dalam jasa informasi dikelola oleh CIO. Konsep CIO mengakui manajer jasa informasi sebagai seorang eksekutif. Usaha awal mengembangkan suatu rencana strategis untuk jasa informasi disebut transformasi kumpulan strategi (strategy set transformation). Walau metodologi ini masih dipraktekkan, tak ada jaminan bahwa sumber daya informasi yang dibutuhkan tersedia. Masalah ini dapat dipecahkan dengan mengembangkan rencana-rencana strategis untuk perusahaan dan jasa informasi secara bersamaan. Pendekatan ini dinamakan perencanaan strategis sumber daya informasi (Strategis Planning for Information Resources / SPIR). Hasil dari SPIR adalah suatu rencana yang mengidentifikasi kebutuhan sumber daya informasi bagi tiap subsistem CBIS untuk periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan strategis. Mencapai CBIS Dalam beberapa hal, tiap subsistem dari CBIS menyerupai suatu organisme hidup-lahir, bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. 

Proses evolusioner ini disebut siklus kehidupan sistem dan terdiri dari tahap-tahap sebagai berikut : Perencanaan Analisis Rancangan Penerapan Penggunaan SIM yang memproyeksikan jumlah agen dan perekrut untuk perusahaan asuransi telah digunakan sejak pertengahan 1980-an. 
Cepat atau lambat, sifat kehidupan membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa kegunaannya dan harus diganti, suatu siklus kehidupan baru dimulai, diawali dengan tahap perencanaan. Mengelola CBIS Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus kehidupan dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan.
Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh para spesialis informasi. Menempatkan CBIS dalam konteks Manajer sekarang benar-benar tidak memiliki banyak pilihan mengenai penggunaan komputer. Pertanyaan bukan lagi soal menggunakannya atau tidak, tetapi seberapa ekstensif menggunakannya. Sebagian besar perusahaan telah menjadi sepenuhnya tergantung pada sistem pengolahan data berbasis komputer dan tidak dapat menangani transaksi satu hari pun tanpanya. Sebagian perusahaan juga telah mencapai sistem-sistem yang menyediakan informasi pemecahan masalah, mempercepat arus komunikasi, dan menyediakan keahlian yang sangat beragam. 

KESIMPULAN 
 Kemajuan jaman ditandai dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk didalamnya kemajuan di bidang teknologi informasi. Suatu lembaga selalu membutuhkan informasi yang terkini dan memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mendukung pengambilan kebijakan-kebijakannya, apabila ingin meraih keunggulan kompetitif. Informasi menjadi sangat penting bagi siapapun yang ingin menguasai keunggulan. Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui banyak cara seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Akibat perkembangan lembaga yang dikelolanya manajer tidak hanya mengelola sumber daya fisik saja, tetapi juga sumber daya konseptual. Sumber daya konseptual sangat abstrak sehingga sulit untuk dikelola. Cara pengelolaannya adalah dengan mengubah menjadi simbol-simbol yang memiliki value (nilai), sehingga dapat dikalkulasi. Cara pengelolaan sumber daya koseptual ini yang paling tepat adalah dengan menggunakan bantuan mesin, dalam hal ini komputer. Dengan demikian sistem informasi manajemen akan lebih efektif apabila dikelola atau berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer tersebut lebih dikenal sebagai (computer-based information system) atau CBIS. 

Referensi
 http://www.scribd.com/doc/73448824/CBIS 
staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Saliman...Pd./CBIS.pdf 
http://edwinnisme.wordpress.com Selengkapnya...

Selasa, 16 Oktober 2012

Langkah-langkah Manajer Dalam Mengelola Sumber Daya Fisik Dan Sumber Daya Konseptual

NAMA : RIKA ANDRIYANIE 
NPM : 49210323 
KELAS : 3 DA 03 
UNIVERSITAS GUNADARMA 

                                                          PENDAHULUAN 

                    Kali ini, akan dibahas tentang langkah-langkah seorang manajer dalam mengelola sumber daya fisik dan sumber daya konseptual Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Sedangkan manajemen didefinisikan sebagai “penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien untuk mencapai hasil dengan upaya orang lain”. Oleh karena itu manajemen atas sumber daya adalah bagian penting dan terpadu dari manajemen yang efektif. Tujuan dari manajemen sumber daya adalah untuk membantu anda mencapai hasil dari perencanaan. Hal ini akan memudahkan untuk menentukan sumber daya yang diperlukan dan mencari dari mana mendapatkannya, mengelola sumber daya manusia secara efektif, sumber daya fisik dan keuangan yang ada dibawah pengendalian anda, memantau penggunaan sumber daya dan merencanakan mencapai hasil dalam batas-batas sumber daya yang tersedia. 
                   Dalam penerapannya, manajemen yang tepat tentu akan menyuksekan langkah perusahaan dalam memimpin persaingan dengan perusahaan lain. Oleh karena itu di butuhkan sebuah sistem manajemen informasi pada suatu perusahaan (Corporate Information Management). Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”. Sistem manajemen informasi perusahaan erat kaitannya dengan system penunjang keputusan dimana system ini dapat membantu sebuah perusahaan terutama pimpinan (Manager) dalam pengambilan keputusan-keputusan yang tepat ataupun keputusan dalam suatu permasalahan didalam perusahaan tersebut. 

                                                           PEMBAHASAN

                     Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada kemampuan orang yang mengelola organisasi tersebut. Manajemen sebagi suatu metode yang mengatur, mengelola organisasi dapat diartikan sebagai seni melaksanakan sesuatu melalui orang. Jika manajemen suatu organisasi baik maka akan meningkatkan kemakmuran suatu negara. Peran manajer menurut Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok. Pertama adalah peran antar pribadi, yaitu melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Yang kedua adalah peran informasional, meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Yang ketiga adalah peran pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain Dalam suatu perusahaan, tersedia lima jenis utama sumber daya yaitu manusia, material, mesin, uang, dan informasi. Manusia, material, mesin, dan uang merupakan sumber daya yang berwujud (sumber daya fisik), mereka ada secara fisik dan dapat disentuh. Sedangkan informasi merupakan sumber daya konseptual yang berupa informasi dan data. 
                   Para manajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik dengan cara yang paling efektif. Berikut ini adalah langkah-langkah yang diambil seorang manajer dalam mengelola sumber daya fisik :
1) langkah pertama yang dilakukan manajer adalah menyusun sumber daya yang diperoleh. Dengan menyusunnya manajer akan lebih mudah dalam mengevaluasi sumber daya tersebut. 
2) Langkah kedua adalah memaksimalkan penggunaan sumber daya, tahap kedua ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional perusahaan, semakin maksimal sumber daya maka semakin meningkat profit yang dihasilkan. 
3) Dan yang ketiga adalah mengganti sumber daya pada saat kritis sebelum sumber daya menjadi tidak efisien. 

Sumber daya dibagi menjadi dua, yaitu sumber daya fisik dan sumber daya konseptual .

 1. SUMBER DAYA FISIK 

a. Man (Manusia) Ini bukan hanya berarti menentukan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat, tetapi juga termasuk kemampuan seorang manajer untuk melakukan pendelegasian tugas, dan penilaian kinerja dan memimpin tim bawahannya. Kemampuan komunikasi merupakan kunci 

b. Material (Bahan) Mengelola material dapat memberikan dampak langsung pada keuntungan perusahaan, misalnya, terlalu banyak persediaan akan menyebabkan banyaknya modal yang terikat dalam persediaan, sebaliknya terlalu sedikit persediaan akan mengganggu kelancaran produksi karena kekurangan bahan baku. Hal ini bukan hanya memusingkan perusahaan manufaktur; perusahaan jasa yang kekurangan pena atau formulir pesanan, misalnya, atau sebuah perusahaan penyelenggara pelatihan yang kehabisan buku tulis atau kertas flip chart, juga akan mengalami kesulitan. 

c. Machine (Mesin termasuk fasilitas + energi) Mesin digunakan untuk memudahkan atau membantu perusahaan mengerjakan sesuatu agar waktu yang di gunakan lebih efektif dan efisien , dengan ini mesin merupakan suatu sumber daya yang sangat penting dalam membantu semua pekerjaan dalam perusahaan. 

d. Money (Uang ) Anda harus mempunyai suatu sistem untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang berguna. Ini bisa berasal dari dalam maupun luar organisasi. Penggunaan ukuran kinerja yang diterima secara umum memungkinkan anda untuk membandingkan kinerja perusahaan anda dengan perusahaan lain. 

Anda juga harus menggunakan cara pendanaan alternatif lainnya dan membandingkan posisi dan kinerja saat ini dari cara-cara yang berbeda itu. Lakukanlah hal ini untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Pada waktu melakukan peninjauan kembali atas penggunaan sumber keuangan, bertindaklah cepat terhadap masalah-masalah keuangan yang ditemukan 

 2. SUMBER DAYA KONSEPTUAL 

Langkah-langkah yang diambil manajer dalam mengelolah sumber daya konseptual : 
Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Ia kemudian memastikan bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan. 
Tugas manajer adalah mengelola sumber daya ini agar dapat digunakan dengan cara yang paling efektif. Manajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik.Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna, kemudian manajer memastikan bahwa orangyang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang terkini dan akurat. Seluruh aktivitas dalam memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin dan membuangnya pada saat yang tepat disebut Manajem Informasi. 

Jenis sumber daya konseptual, yaitu : 
· Informasi Informasi adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain, dan perhatian pada topik ini bersumber pada dua pengaruh. pertama, bisnis telah menjadi semakin rumit. dan kedua, komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik. Sumberdaya fisik yang berada pada organisasi biasanya terbatas dan bisa habis atau punah. Sedangkan sumberdaya informasi bersifat “tidak” akan pernah habis. Sehingga semua sumberdaya, baik fisik maupun konseptual harus disinergikan. Oleh karena itu tugas dari manajer adalah mengarahkan penggunaan semua sumberdaya agar dapat dimanfaatkan secara efektif. Sebagai tindak lanjut dari tugas manajer tersebut, maka perlu adanya usaha penataan sumberdaya Manajemen termasuk didalamnya manajemen informasi, yakni berupa : 
· Sumberdaya harus disusun sedemikian rupa sehingga setiap saat diperlukan dapat segera dimanfaatkan - perlu dilakukan modifikasi Sumberdaya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin Sumber daya harus selalu diperbaharui Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian manajer memastkan bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang terkini dan akurat. Seluruh aktivitas tersebut (memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin dan membuangnya pada saat yang tepat, disebut sebagai manajemen informasi. Munculnya paradigma baru yaitu berupa informasi yang termasuk dalam sumberdaya utama organisasi akan mendorong usaha terhadap manajemen informasi. 
Perhatian terhadap Manajemen Informasi tersebut antara lain disebabkan oleh : 
1. Peningkatan kompleksitas kegiatan bisnis 
2. Kendala-kendala sosial 
3. Kemampuan Komputer yang semakin baik 

                                                           KESIMPULAN 

                          Jadi, Sumber Daya Fisik dan Konseptual diperoleh dan disusun agar siap digunakan saat diperlukan. Sangat sering proses penyusunan membutuhkan pengubahan suatu bahan mentah menjadi suatu bentuk yang lebih halus, seperti pelatihan pegawai atau konstruksi suatu bagian mesin yang khusus. Setelah sumber daya ini disusun, manajer berusaha untuk memaksimalkan waktu yang terbuang dan menjaganya agar berfungsi pada efisiensi puncak. Dan pada akhirnya manajer mengganti sumber daya ini pada saat kritis sebelum sumber daya tersebut menjadi tidak efisien atau usang. Langkah-langkah manajer dalam mengelola Sumber Daya Fisik yaitu dengan cara pengelolahan sumber daya Manusia, Material, Mesin termasuk fasilitas dan juga keuang dalam perusahaan dengan mengembangkan sumber daya fisik tersebut perusahaan akan berkembang.
                          Sumber daya fisik akan dikelola setelah diperoleh, agar saat diperlukan sumber daya tersebut siap digunakan secara maksimal. dan juga mengembangkan sumber daya koseptual seperti sumber daya informasi, Informasi adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain, Oleh karna itu di perlukan nya skill dalam mengolah sumber - sumber tersebut untuk mengembangkan perusahaan atau lembaga tersebut. 


Referensi : http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html http://duniasyukron.blogspot.com/2009/12/bagaimana-cara-mengelola-sumberdaya.html http://sutarno.staff.jak-stik.ac.id/files/sim.pdf imam.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../SIM1-Pengenalan.pd. 
http://sutarno.staff.jak-stik.ac.id/files/sim.pdf · imam.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../SIM1-Pengenalan.pd... · sri_wiji.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../Modul+1+SIM.doc · http://www.scribd.com/doc/57504550/11/A-Pengelolaan-sumber-daya-oleh-manajer · http://www.scribd.com/doc/51770850/sim-minggu1 http://oziey.blogspot.com/2011/03/pengertian-manager.html
Selengkapnya...

Jumat, 22 Juni 2012

Tugas Softskill 4

Nama : Rika Andriyanie
NPM : 49210323
Kelas : 2 DA 03
UNIVERSITAS GUNADARMA  

Hay teman.. berikut ini saya akan menjabarkan materi tugas yang diberikan kepada kami tentang perencanaan organisasi wirausaha, untuk lebih jelasnya simak baik-baik yah ... 

1. Jenis – jenis perencanaan dalam organisasi wirausaha ? 

Jenis-jenis perencanaan dibagi menjadi dua, yaitu : Perencanaan strategis, Perencanaan ini adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya. Perencanaan taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan sistem rencana ini untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian organisasi untuk mencapai keberhasilan dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun. 

2. Pendekatan dalam perencanaan organisasi wirausaha ? 

Terdapat tiga pendekatan dalam perencanaan ini, yaitu : Pendekatan probabilitas tinggi Pendekatan ini di dasarkan pada filsafat seharusnya terdapat probabilitas tinggi bahwa organisasi agak bisa mencapai keberhasilan. Dan perencanaan ini menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditujukan langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bisa diterima. Pendekatan maksimisasi Pendekatan ini di dasari pada filsafat bahwa organisasi hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Dari sudut pandang ini, perencana tidak puas dengan karakteristik tingkat keberhasilan yang bisa diterima dari pendekatan probabilitas tinggi tetapi menekankan pada maksimisasi keberhasilan. Pendekatan adaptasi Pendekatan yang menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan diri dengan variabel eksternal dan internal. Pendekatan ini di dasari oleh filsafat bahwa suatu ketidakmampuan beradaptasi adalah kendala besar bagi keberhasilan organisasi. 

3. Alat – alat perencanaan dalam organisasi wirausaha/wiraswasta ? 

Peramalan (forecasting) adalah teknik memprediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Arti penting dari peramalan terletak pada kemampuan untuk membantu wirausahawan mengerti dengan lebih baik untuk perbaikan masa depan dari lingkungan operasional dalam merumuskan rencana – rencana yang lebih efektif. Metode analisa runtun waktu (time series analysis method) Metode ini memprediksi penjualan di masa mendatang dengan analisa hubungan historis antara waktu dan penjualan (disajikan dalam bentuk grafik). Penyajian ini dengan jelas menunjukkan kecenderungan di masa lalu yang bisa digunakan meramal penjualan masa depan. Penjadwalan (scheduling) adalah proses perumusan daftar aktifitas mendetail yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Daftar aktifitas tersebut merupakan bagian integral dari rencana organisasional. Terdapat 2 macam teknik penjadwalan, yaitu : • Peta Gant (Gant Chart) yang merupakan diagram balok dengan waktu horizontal dan sumber daya vertical • PERT (Program Evaluation and Review Technique) merupakan aktivitas proyek yang menunjukkan estimasi waktu yang diperlukan. 

4. Teori organisasi wirausaha ?  

1. Neo Klasik, teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilag teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. 
2. Schumpeter’s entrepreneur, kajian schumpeter lebih banyak dipengaruhi oleh kajian kritisnya terhadap teori keseimbangan (equilibrium theory)-nya Walras. Menurutnya, untuk mencapai keseimbangan diperlukan tindakan dan keputusan aktor (pelaku) ekonomi yang harus berulang-ulang dengan “cara yang sama” sampai mencapai keseimbangan. Jadi kata kuncinya “berulang dengan cara yang sama”, yang menurut Schumpeter disebut “situasi statis”, dan situasi tersebut tidak akan membawa perubahan. Schumpeter berupaya melakukan investigasi terhadap dinamika di balik perubahan ekonomi yang diamatinya secara empiris akhirnya beliau menemukan unsur eksplanatory-nya yang disebut “inovasi“. Dan aktor ekonomi yang membawa inovasi tersebut disebut entrepeneur. Jadi entrepreneur adalah pelaku ekonomi yang inovatif yang akan membuat perubahan. 
3. Austrian School, Mengutip Adaman dan Devine (2000), masalah ekonomi mencakup mobilisasi sosial dari pengetahuan yang tersembunyi (belum diketahui umum) yang terfragmentasi dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para entrepreneur yang bersiang. Penemuan pengetahuan tersembunyi merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Dan proses inilah yang merupakan titik awal dari pendekatan Austrian terhadap kewirausahaan. Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, proses tersebut kadang mengalami sukses dan gagal. Namun seorang entrepreneur selalu berusaha memperbaiki kesalahannya. 
4. Kirzerian Entrepreneur, Kirzer memakai pandangannya Misesian tentang “human action” dalam menganalisis peranan entrepreneural. Singkat kata, unsur entrepreneur dalam pengambilan keputusan manusia dikemukan oleh Om Kirzer Dan dengan memanfaatkan pengetahuan yang superior inilah seorang entrepreneur bisa menghasilkan keuntungan. Petuah lainnya adalah “This insight is simply that for any entrepreneurial discovery creativity is never enough: it is necessary to recognize one’s own creativity“. 
5. Teori Entrepreneur dari perspektif individu , Beberapa di antaranya adalah : (1) life path change, (2) Goal DirectedBehaviour, dan (3)Outcome expectancy. 

5. Departementalisasi rentang manajemen ? 

Proses pembentukan manajemen disebut departementalisasi. Pembentukan departemen – departemen tersebut umumnya didasarkan pada faktor situasional seperti fungsi-fungsi kerja yang dilaksanakan, produk yang dibuat, daerah yang diliput, sasaran konsumen, danproses yang dirancang untuk pembuatan produk. Rentang manajemen menunjuk pada jumlah individu yang diawasi oleh wirausahawan. Semakin banyak individu yang diawasi wirausahawan makin besar pula rentang manajemen begitupula sebaliknya. Rentang manajemen dinamakan juga rentang kekuasaan (span of authority ), rentang pengawasan (span of control), rentang supervisi (span of supervision), dan rentang tanggungjawab (span of responsibility). 

6. Bagaimana tentang pengembangan organisasi wirausaha ? 

1. Strategi untuk mengubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
2. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi. 
3. Pengembangan organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi. 
4. Pengembangan organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi 
5. Pengembangan organisasi lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan. 
6. Pengembangan organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan 

7. Norma dan etika bisnis ? 

Menurut zimmer (1996:20) , etika bisnis adalah suatu kode etik perilak pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Ebert dan icky M Griffin (200:80), etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi. Jadi, Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan. Selain etika dan perilaku, yang tidak kalah penting yang dalam bisnis adalah norma etika. Menurut Zimmerer (1996:22), ada tiga tingkatan norma etika, yaitu : 
1. Hukum, berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Hukum hanya mengatur perilaku minimum. 
2. Kebijakan dan prosedur organisasi, memberi arah khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil keputusan sehari-hari. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan / organisasi. 
3. Moral sikap mental individual, sangat penting untuk menghadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal 

8. Prinsip – prinsip etika dan perilaku bisnis ? 

Prinsip dan etika dalam berbisnis adalah : - Kejujuran - Integritas - Memelihara janji - Kesetiaan - Keadilan - Suka membantu orang lain - Hormat kepada orang lain - Tanggungjawab sebagai warga Negara - Meraih keunggulan - Akuntabilitas 

9. Cara – cara mempertahankan standar etika bisnis dalam wirausaha ? 

- Ciptakan kepercayaan perusahaan dengan cara menunjukkan tanggungjawab dan nilai-nilai yang dianut perusahaan kepada stakeholder. 
- Kembangkan dan laksanakan kode etik bisnis secara adil dan konsisten. 
- Berikan perlindungan hak individu dengan kekuatan berbagai prinsip moral dan nilai untuk menghindari penyimpangan etika. 
- Berikan pelatihan tentang etika. 

10. Macam – macam tanggungjawab perusahaan terhadap wirausaha ?

 Menurut Zimmerer (1996) ada 5 tanggungjawab perusahaan, yaitu : 
1. Tanggungjawab terhadap lingkungan 
2. Tanggungjawab terhadap karyawan, seperti menghormati pendapat karyawan, dan memberi umpan balik. 3. Tanggungjawab terhadap pelanggan, seperti menghasilkan harga yang adil dan layak, menghasilkan barang/jasa yang bermutu tinggi dan tidak merugikan. 
4. Tanggungjawab kepada investor 
5. Tanggungjawab kepada masyarakat 

Terima kasih atas perhatiannya. Semoga dengan adanya penjelasan ini, kalian lebih memahami tentang wirausaha.

 referensi : https://www.google.co.id/ Selengkapnya...